Pelatihan Basic Trauma dan Cardiac Life Support (BT&CLS) Mahasiswa Jurusan Keperawatan

0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
previous arrow
next arrow

 

fikes.ubt.ac.id, Tarakan – Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Borneo Tarakan bekerja sama dengan Yayasan Ambulans Gawat Darurat 118 (YAGD118) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Basic Trauma dan Cardiac Life Support (BT&CLS) Mahasiswa Jurusan Keperawatan pada Senin (04/03/2024) sampai dengan Sabtu (09/03/2024).

Bertempat di Aula dan Laboratorium Gedung Fikes UBT, Kegiatan ini diikuti sebanyak 51 Mahasiswa Jurusan Keperawatan. Dengan materi dan praktik pelatihan berupa Introduction + BLC, Biomekanik Trauma, Initial Asessment, Bantuan Hidup Dasar, Airway & Breathing, EKG, SKA, Aritmia Lethal, Trauma Thorax & Abdomen, Syok, Trauma Kepala & Spinal, Trauma Pediatrik, Trauma Muskuloskeletal, Luka Bakar, Ekstrikasi, Safe Community, Triage, Keracunan, Etik Legal (Optional) yang dipaparkan oleh para Instruktur Hendy Lesmana, S.Kep, Ns., M.Kep.;  Budiman, S.Kep, Ns.; Rohandi Baharuddin, S.Kep, Ns., M.Kep.; Maria Imaculata Ose, S.Kep, Ns., M.Kep; Ahmat Pujianto, S.Kep, Ns., M.Kep yang diharapkan dapat meningkatkan Keterampilan dan Kompetensi para Mahasiswa.

Mahasiswa keperawatan membutuhkan pelatihan BTC&LS. Urgensi mahasiswa harus mengikuti pelatihan ini:

  1. Penanganan Situasi Darurat: Pelatihan BLS dan TCLS mengajarkan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk memberikan pertolongan pertama yang efektif dan cepat dalam situasi darurat, terutama pada pasien dengan masalah jantung atau trauma.
  2. Peningkatan Keyakinan: Mahasiswa keperawatan yang mendapatkan pelatihan ini akan lebih percaya diri dalam menangani situasi darurat baik di klinik maupun di masyarakat. Memiliki pemahaman mendalam tentang proses hidup:
  3. Mahasiswa yang mengikuti pelatihan BTC&LS memperoleh pengetahuan mendalam tentang prosedur hidup seperti penggunaan defibrilator, resusitasi jantung-paru (CPR), dan perawatan awal pasien yang mengalami cedera serius.
  4. Kesiapsiagaan untuk Menghadapi Berbagai Situasi Traumatik: BTC&LS mengajarkan pasien untuk menangani trauma, seperti luka tembak, kecelakaan lalu lintas, atau kejadian darurat lainnya. Mahasiswa akan siap untuk menghadapi berbagai situasi.
  5. Pelatihan untuk Berkolaborasi dalam Tim: Selain itu, pelatihan ini menekankan pentingnya bekerja sama. Mahasiswa keperawatan akan belajar bekerja sama dengan paramedis, dokter, dan tenaga medis darurat.
  6. Mengurangi Risiko Kematian dan Kerusakan Otak: Mahasiswa dapat mengurangi risiko kerusakan otak dan kematian mendadak dengan mengetahui BTC&LS untuk mengatasi henti jantung atau pernapasan.
  7. Perencanaan Kegiatan Profesional: Mahasiswa keperawatan dengan sertifikasi BTC&LS akan memiliki banyak keuntungan ketika mereka mulai bekerja. Keterampilan darurat profesional sangat dihargai di banyak tempat kesehatan.
  8. Kesesuaian dengan Persyaratan Keamanan Pasien: Pelatihan ini membantu siswa memahami standar keamanan pasien, yang memungkinkan mereka memberikan perawatan yang lebih aman dan efisien.

Faktor Penting dalam Kesehatan Prasejahtera:

Mahasiswa keperawatan yang mengikuti pelatihan BTC&LS lebih siap untuk menangani situasi darurat dan memberikan perawatan yang kompeten dan berfokus pada keamanan pasien karena pelatihan ini tidak hanya penting dalam konteks perawatan gawat darurat, tetapi juga membantu pasien hidup lebih baik dan mengurangi dampak kesehatan yang lebih serius.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *